Road to Medalis
The Psychology of Computer Science
30 Desember 2025IOI · International Olympiad in Informatics · Computer Science · Kelas Olim · Hanif · OSN · Informatika

Nama
Hanif
Kampus
University of Toronto Scarborough
Jurusan
Computer Science
Emas Olimpiade Sains Nasional Informatika
Perak Bina Nusantara Programming Contest for High School Students 2025 2024
Delegasi Indonesia di International Olympiad in Informatics
Sejak sekolah dasar hingga SMP, dunia olimpiade sudah menjadi bagian dari perjalanan belajar saya. Pada masa itu, saya mengikuti OSN di bidang matematika dan terbiasa dengan pola berpikir logis serta pemecahan masalah yang sistematis. Namun, ketika memasuki SMA, saya mulai merasakan kejenuhan. Saya ingin mencoba bidang lain yang tetap menantang secara intelektual dan masih memiliki keterkaitan erat dengan matematika.
Ketertarikan saya terhadap informatika muncul secara sederhana, ketika melihat teman sekelas mengerjakan soal OSN Informatika. Saya tertarik pada cara pemrograman digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah kompleks. Setelah berdiskusi dengan teman dan keluarga, saya memutuskan untuk mengalihkan fokus ke bidang informatika. Keputusan tersebut menjadi salah satu keputusan paling penting dalam hidup saya.
Tantangan terbesar dalam proses persiapan OSN adalah manajemen waktu.
- Saya harus membagi fokus antara materi sekolah dan materi OSN, yang sering kali menuntut porsi belajar lebih besar.
- Tidak jarang saya harus mengorbankan kesempatan mengikuti kegiatan sekolah seperti field trip atau study tour karena berbenturan dengan jadwal persiapan OSN.
- Meski demikian, saya meyakini bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi yang harus dijalani dengan penuh kesadaran.
Saya memulai persiapan OSN Informatika 2023 sejak awal masuk SMA, sekitar satu tahun sebelum final OSN diselenggarakan. Setiap hari, saya menyisihkan setidaknya satu jam di malam hari untuk belajar materi informatika atau mengerjakan soal pemrograman. Saya berlatih secara rutin melalui berbagai platform seperti TLX, AtCoder, dan Codeforces. Selain latihan mandiri, saya juga mengikuti pelatihan intensif menjelang OSK dan OSP untuk memperkuat kesiapan teknis dan mental.
Salah satu momen paling berkesan selama OSN terjadi pada saat kompetisi berlangsung. Setelah menyelesaikan day 1, saya mengalami muntaber dan kelelahan berat. Menjelang day 2, kondisi fisik saya masih sangat lemah, disertai demam dan sakit perut. Namun, ketika kontes dimulai, fokus saya sepenuhnya tertuju pada soal-soal yang ada. Rasa sakit seolah menghilang, digantikan oleh semangat dan konsentrasi penuh. Baru setelah kompetisi selesai, saya menyadari bahwa suhu tubuh saya mencapai 39,2 derajat Celsius.
Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam meraih hasil.
"Berlatih secara rutin dalam waktu singkat setiap hari jauh lebih efektif dibandingkan belajar dalam durasi panjang namun tidak berkelanjutan"
OSN juga mengajarkan saya untuk tidak membandingkan perjalanan diri dengan orang lain, karena setiap individu memiliki ritme dan kapasitas belajar yang berbeda.
Pengalaman OSN memberikan dampak besar terhadap masa depan akademik saya. Saat ini saya menempuh pendidikan di jurusan Computer Science dan merasakan bahwa banyak materi perkuliahan terasa lebih mudah dipahami karena fondasi logika komputasional yang saya bangun selama persiapan OSN. Selain itu, OSN mempertemukan saya dengan banyak teman seperjuangan dan membuka kesempatan untuk terlibat dalam berbagai pengalaman non-akademik yang berharga.
Sejak awal mendalami informatika, saya sering membayangkan dapat mewakili Indonesia di ajang International Olympiad in Informatics (IOI). Meski pada tahun 2024 saya belum berhasil menjadi perwakilan dan sempat merasa terpuruk, pengalaman tersebut justru memperkuat tekad saya. Setelah merefleksikan seluruh proses yang telah saya lalui, saya memutuskan untuk mencoba kembali pada tahun 2025, dengan keyakinan bahwa setiap usaha tidak pernah sia-sia.
Bagi saya, perbedaan antara persiapan tingkat nasional dan internasional tidak hanya terletak pada tingkat kesulitan materi, tetapi juga pada kedalaman berpikir yang dituntut. Soal-soal tingkat internasional menekankan kemampuan observasi dan penalaran yang jauh lebih kompleks, sehingga proses belajar lebih difokuskan pada penyelesaian masalah yang tidak langsung terlihat solusinya.
Pelatnas menjadi pengalaman yang sangat membekas dalam perjalanan saya. Jadwal yang padat, kontes latihan berjam-jam, dan diskusi mendalam membentuk lingkungan belajar yang menantang sekaligus menyenangkan. Di balik kelelahan, ada kepuasan tersendiri saat mendiskusikan solusi soal bersama teman-teman pelatnas dan menikmati kebersamaan setelah sesi berakhir.
Pada akhirnya, pengalaman bertanding—baik di tingkat nasional maupun internasional—memberi saya perspektif baru. Suasana kompetisi tidak seseram yang dibayangkan. Semua peserta berusaha memberikan yang terbaik, namun tetap menjaga semangat sportivitas dan kebersamaan. Dari OSN, saya belajar bahwa perjuangan sejati bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang proses panjang membangun disiplin, ketahanan, dan cara berpikir yang akan berguna sepanjang hidup.