Road to Medalis

POV Arfa Sapu Bersih Medal Inter Fisika

29 Desember 2025Arfa · IPhO · APhO · Fisika
POV Arfa Sapu Bersih Medal Inter Fisika

Nama

Arfa

Kampus

Institut Teknologi Bandung

Jurusan

Teknik Mesin

Medali Perunggu International Physics Olympiad (IPhO) 2025
Medali Perunggu Asian Physics Olympiad (APhO) 2025
Medali Perak OSN Fisika 2024
Nama lengkap saya Muhammad Dakita Arfa Alfaritsi. Saya dipanggil Arfa. Perjalanan saya di dunia Olimpiade Sains Nasional (OSN), khususnya di bidang Fisika, bukanlah perjalanan yang instan, melainkan proses panjang yang dimulai sejak saya masih duduk di bangku SMP.
Sejak SMP di Al Izzah, saya sudah tertarik mengikuti OSN. Bukan semata karena prestasi atau medali, tetapi karena rasa tertantang. Saya ingin mengetahui sejauh mana batas kemampuan saya, seberapa jauh saya bisa berkembang jika benar-benar mendorong diri sendiri. Kompetisi menjadi cermin—tempat saya mengukur diri, bukan hanya melawan orang lain, tetapi melawan versi diri saya yang kemarin.
Ketika menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Malang, minat itu berubah menjadi komitmen. Namun, komitmen tersebut tidak datang tanpa harga. Tantangan terbesar saya selama persiapan OSN adalah menyeimbangkan pembelajaran reguler di sekolah dengan pembelajaran olimpiade. Di satu sisi, tuntutan akademik sekolah tidak bisa diabaikan. Di sisi lain, materi fisika olimpiade menuntut kedalaman, ketekunan, dan jam belajar yang jauh melampaui kurikulum biasa.
Saya menyadari sejak awal bahwa kunci bukanlah belajar secara berlebihan dalam waktu singkat, melainkan konsistensi jangka panjang. Strategi belajar saya sederhana, bahkan mungkin terdengar minimalis: dalam satu hari, cukup satu konsep baru, tetapi benar-benar dipahami. Jika dilakukan setiap hari, progres itu akan terakumulasi menjadi sesuatu yang besar. Sedikit, tapi rutin—itulah prinsip yang saya pegang.
Dalam proses belajar, saya banyak bergantung pada sumber-sumber fisika tingkat lanjut, terutama buku-buku luar negeri seperti karya David Morin, yang melatih cara berpikir konseptual dan matematis secara mendalam. Saya juga belajar dari berbagai platform pembelajaran fisika, seperti Dimensi Sains milik Kak Basyir dan website pembelajaran fisika milik Kak Anin Nabail. Di balik semua itu, saya sangat beruntung memiliki mentor, Mas Deny, mentor Olimpiade Fisika MAN 2 Kota Malang, yang membimbing, mengarahkan, dan menjadi tempat berdiskusi ketika saya menemui jalan buntu.
Puncak dari perjalanan di tingkat nasional datang pada OSN Fisika 2024, di mana saya berhasil meraih Medali Perak. Namun, momen paling berkesan justru bukan saat pengumuman medali. Momen itu datang pada malam setelah penutupan OSN. Dalam satu kamar, kami semua adalah medalis. Tidak ada lagi persaingan, yang tersisa hanyalah tawa, cerita, dan rasa syukur. Malam terakhir di Jakarta itu menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya kompetisi, ada persahabatan dan kebersamaan yang tidak ternilai.
Dari OSN, saya belajar satu nilai hidup yang sangat membekas: kegagalan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Setiap kesalahan, setiap soal yang gagal saya selesaikan, justru menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh. Komitmen itu yang membuat saya bangkit pasca kegagalan saya di OSN 2023.
Prestasi OSN juga membawa dampak nyata bagi masa depan saya. OSN memperkuat portofolio akademik, membuka banyak kesempatan mengajar materi OSN di berbagai lembaga, dan sangat membantu saya dalam meraih perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Saat ini, saya melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB)—sebuah capaian yang tidak terlepas dari perjalanan panjang di dunia olimpiade.
Namun, bagi saya, berhenti di tingkat nasional terasa belum cukup. Saya merasa bahwa jika perjalanan hanya berhenti sampai nasional, maka semua usaha yang saya lakukan belum menghasilkan nilai maksimal. Dari situlah muncul tekad untuk melangkah ke tingkat internasional.
Memasuki tahap pelatihan nasional (pelatnas), saya merasakan perbedaan yang sangat signifikan. Tekanan persaingan jauh lebih tinggi, dan tingkat kesulitan materi melonjak drastis dibandingkan persiapan nasional. Pelatnas bukan hanya tentang belajar fisika, tetapi juga tentang belajar dari manusia-manusia luar biasa. Berada di lingkungan yang dipenuhi oleh anak-anak terbaik Indonesia membuat saya banyak mengamati cara mereka belajar, berdiskusi, berpikir, dan berinteraksi. Dari mereka, saya belajar bahwa kecerdasan harus selalu dibarengi dengan kerendahan hati dan kerja keras.
Kesempatan bertanding di tingkat internasional memberikan pengalaman yang tak tergantikan. Kesan pertama saya saat bertanding di level internasional adalah rasa kagum sekaligus tekanan besar. Melihat peserta dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk menguji kemampuan fisika membuat saya sadar bahwa saya adalah bagian dari panggung global. Tekanan semakin besar karena saya membawa nama Indonesia—sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.
Perjalanan itu membuahkan hasil dan pengalaman berharga, di antaranya:
  • Medali Perunggu Asian Physics Olympiad (APhO) 2025 di Dhahran, Arab Saudi
  • Medali Perunggu International Physics Olympiad (IPhO) 2025 di Paris, Prancis
  • Medali Perak OSN Fisika 2024
  • Medali Emas Kompetisi Sains Ruangguru (KSR) Fisika 2024
  • Medali Emas Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) Fisika 2023 dan 2024
Bagi adik-adik yang saat ini sedang berjuang di OSN, pesan saya sederhana namun krusial: tetap semangat dan pantang menyerah. Utamakan konsistensi dan disiplin, karena dua hal inilah yang menjadi fondasi utama kesuksesan. Tidak perlu merasa harus berlari cepat—yang terpenting adalah terus melangkah, setiap hari.
Perjalanan di OSN mengajarkan bahwa batas kemampuan manusia sering kali bukan ditentukan oleh bakat, melainkan oleh seberapa jauh ia mau bertahan dalam proses. Dan bagi saya, fisika bukan hanya tentang rumus dan angka, tetapi tentang ketekunan, keberanian bermimpi, dan kesediaan menembus batas diri sendiri.
Mulai Sekarang

Siap Berprestasi?

Bergabunglah dengan komunitas pembelajar berprestasi dan raih medali pertamamu!

© 2026 KelasOlim. All rights reserved.