Road to Medalis
Mengatasi Kejenuhan Dalam Belajar: Otobiografi Azka Ananta Abdillah
1 Januari 2026OSN · Geografi · Azka · Olgenas · Teknik Geologi

Nama
Azka
Kampus
Universitas Gadjah Mada
Jurusan
Teknik Geologi
Gold Medal & Absolute Winner OLGENAS UGM 2023
Medali Perak Olimpiade Geografi & Geosains ITB Bidang Geografi 2023
Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional Bidang Geografi 2023
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, saya telah memiliki ketertarikan terhadap atlas, peta, dan cara bumi direpresentasikan secara spasial. Ketertarikan sederhana tersebut menjadi awal perjalanan saya di dunia olimpiade sains, meskipun pada praktiknya jalur yang saya tempuh tidak selalu berjalan lurus.
Pada jenjang SMP, saya mendaftarkan diri ke kegiatan olimpiade dengan harapan dapat masuk ke bidang IPS. Namun, saya justru ditempatkan di bidang IPA, tepatnya fisika. Bidang ini saya tekuni selama kurang lebih tiga tahun dan, alhamdulillah, berhasil meraih beberapa prestasi. Memasuki SMA, saya sempat berencana melanjutkan jalur olimpiade fisika. Akan tetapi, seiring waktu, saya menyadari bahwa saya kurang mampu bersaing secara optimal di bidang tersebut. Dari proses refleksi itu, saya mulai mencari bidang yang lebih sesuai dengan minat dan kecenderungan saya.
Pilihan saya akhirnya jatuh pada geografi. Awalnya saya mengira geografi hanya berkaitan dengan peta dan atlas, tetapi ternyata bidang ini jauh lebih luas dan kompleks. Dengan bantuan para pembina olimpiade serta kakak tingkat di klub geografi, saya mulai berkembang dan menemukan kembali semangat belajar yang sempat hilang.
Tantangan terbesar dalam persiapan OSN Geografi justru bukan terletak pada tingkat kesulitan soal, melainkan pada kejenuhan dan kesepian dalam proses belajar. Pada tahun 2023, saya menjadi satu-satunya siswa satu angkatan di sekolah yang lolos ke tingkat nasional. Tidak adanya teman diskusi sebaya membuat proses belajar terasa sunyi dan cukup menguras mental. Bahkan, sempat muncul keinginan untuk mengundurkan diri karena kelelahan secara psikologis.
Dalam hal strategi belajar, saya tidak menerapkan target jam yang kaku. Pada hari-hari sekolah, waktu sore saya gunakan untuk drilling soal, sementara malam hari saya manfaatkan untuk membaca dan memahami materi secara lebih santai. Ketika memasuki tahap OSN nasional, saya menjalani masa “karantina” akademik dengan keluar kelas hingga sekitar satu setengah bulan. Periode ini saya gunakan untuk memperdalam materi, mereview soal, serta melakukan latihan lapangan agar terbiasa dengan tekanan teknis saat kompetisi. Sumber belajar saya susun secara bertahap, mulai dari materi dasar, kemudian beralih ke textbook berbahasa Inggris, hingga mendalami referensi lanjutan seperti GAIA, Meteorology Today, dan Essentials of Geology, serta soal-soal IGeO dan AGC.
Salah satu momen paling berkesan selama OSN adalah malam kebersamaan setelah penganugerahan medali. Dalam suasana tersebut, tidak ada lagi sekat antara medalis dan non-medalis. Kami berbincang, bercanda, dan menikmati kebersamaan sebelum kembali ke daerah masing-masing. Momen itu memberi saya pemahaman bahwa OSN tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang proses bertumbuh dan membangun relasi.
Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa tidak semua usaha keras selalu langsung dibalas dengan hasil yang diharapkan. Ada kalanya hasil terbaik bukan berupa medali, melainkan pelajaran hidup yang membentuk ketahanan mental dan cara pandang yang lebih matang. Proses OSN mengajarkan saya untuk menerima hasil dengan lapang dan percaya bahwa setiap usaha memiliki makna.
Pengalaman OSN secara signifikan memengaruhi arah masa depan saya. Pendalaman materi geografi membuka minat saya pada geosains dan geografi fisik. Dari sanalah saya akhirnya memantapkan pilihan untuk melanjutkan studi di Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada melalui jalur SNBT 2024, dan alhamdulillah saya diterima. OSN tidak hanya membantu saya menentukan pilihan akademik, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih sistematis, kritis, dan resilien.
Bagi adik-adik yang sedang berjuang, saya ingin menyampaikan bahwa perjalanan OSN bukan semata tentang medali. Ada hari ketika belajar terasa menyenangkan, dan ada hari ketika semuanya terasa buntu—dan itu wajar. Jangan takut merasa lelah, selama kalian tidak berhenti. Temukan ritme belajar kalian sendiri, perkuat konsep dasar, dan jangan gengsi untuk bertanya. Konsistensi yang tenang jauh lebih kuat daripada tekanan sesaat.