Road to Medalis
OSN Bukanlah Akhir: Kisah Perjalanan Fathir Medalis OSN Matematika
29 Desember 2025OSN · Matematika · Boutros · Medali Perak

Nama
Fathir
Kampus
Institut Teknologi Bandung
Jurusan
Teknik Informatika
Medali Perak Olimpiade Sains Nasional Matematika 2023
Medali Emas Kompetisi Sains Madrasah 2024
Juara 1 OMITS Institut Teknologi Surabaya 2024
Nama saya Ahmad Boutros Fathir, biasa dipanggil Boutros. Ketertarikan saya terhadap Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika bermula sejak saya duduk di bangku kelas 3 SD. Minat tersebut awalnya muncul karena saya mengikuti jejak kakak saya yang lebih dahulu aktif dalam OSN Matematika. Pada tahap awal, motivasi saya sederhana: saya ingin merasakan pengalaman mengikuti berbagai kompetisi seperti yang dilakukan kakak saya.
Seiring berjalannya waktu, motivasi tersebut berkembang. Saya mulai menikmati proses belajar matematika itu sendiri. Keragaman jenis soal dan tantangan logika yang ditawarkan membuat saya melihat matematika bukan sekadar mata pelajaran, melainkan sarana untuk melatih cara berpikir secara sistematis dan mendalam.
Perjalanan saya di OSN tidak terlepas dari berbagai tantangan. Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah kegagalan pada tahun-tahun awal mengikuti OSN, yang sempat membuat semangat belajar saya menurun. Menghadapi kegagalan berulang menjadi proses yang tidak mudah, namun dari sanalah saya belajar untuk membangun kembali motivasi dan memperbaiki pendekatan belajar yang saya lakukan.
Saat menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Malang, saya mulai mempersiapkan OSN dengan lebih terstruktur. Strategi belajar saya berfokus pada mengikuti arahan pembina dan mentor, serta menyelesaikan target pembelajaran yang telah ditetapkan. Ketika merasa belum cukup menguasai suatu materi, saya menambah porsi belajar secara mandiri berdasarkan evaluasi terhadap kemampuan diri sendiri. Pendekatan ini membantu saya menjaga konsistensi dan fokus dalam proses persiapan.
Hasil dari proses tersebut tercermin pada OSN Matematika 2023, di mana saya berhasil meraih Medali Perak. Bagi saya, capaian ini bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang konsistensi dalam menekuni OSN di setiap jenjang pendidikan yang saya lalui.
OSN memberikan banyak pelajaran penting bagi saya. Melalui OSN, saya belajar tentang arti kerja keras, ketekunan, dan kemampuan untuk bangkit dari kegagalan. OSN juga menjadi salah satu tujuan akademik utama yang mendorong saya untuk terus mendalami bidang matematika secara lebih serius.
Pengaruh OSN terhadap masa depan saya cukup signifikan. Dari pengalaman ini, saya memperoleh kesempatan untuk berkarier sebagai pembina olimpiade matematika, sekaligus memperluas kontribusi saya di bidang pendidikan. Selain itu, prestasi OSN turut membuka berbagai peluang, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan. Saat ini, saya melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebuah tahap pendidikan yang tidak terlepas dari perjalanan panjang saya di dunia olimpiade.
Kepada adik-adik yang sedang berjuang di OSN, pesan saya adalah agar menjadikan OSN sebagai proses pembelajaran, bukan semata-mata sebagai tujuan akhir. Fokuslah pada pengembangan diri, konsistensi belajar, dan evaluasi berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, hasil akan mengikuti dengan sendirinya.
Bagi saya, OSN bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan cara berpikir. Proses yang saya lalui dalam OSN telah membentuk fondasi akademik dan mental yang sangat berharga untuk perjalanan saya ke depan.